Tampilkan postingan dengan label Network Operating System. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Network Operating System. Tampilkan semua postingan

Tutorial Quota


Configuration:

Configuration of disk usage quotas on Linux - Perform the following as root:
  1. Edit file /etc/fstab to add qualifier "usrquota" or "grpquota" to the partition. The following file system mounting options can be specified in /etc/fstab: grpquota, noquota, quota and usrquota. (These options are also accepted by the mount command but ignored.) The filesystem when mounted will show up in the file/etc/mtab, the list of all currently mounted filesystems.)
    • To enable user quota support on a file system, add "usrquota" to the fourth field containing the word "defaults".
      ...
      /dev/hda2     /home   ext3    defaults,usrquota              1    1
      ...
               
    • Replace "usrquota" with "grpquota", should you need group quota support on a file system.
      ...
      /dev/hda2     /home   ext3    defaults,grpquota              1    1
      ...
               
    • Need both user quota and group quota support on a file system?
      ...
      /dev/hda2     /home   ext3    defaults,usrquota,grpquota     1    1
      ...
               
      This enables user and group quotas support on the /home file system.

Pengertian Quota


Quota adalah nilai batas yang ditetapkan untuk mengelola akses ke sumber daya sistem dan jaringan atau jumlah penyimpanan yang digunakan oleh User atau Group tertentu.

Disk quota bisa diterapakan per user atau per group.
  • jika diterapkan per user maka quota yang diterapkan mutlak milik user tersebut. misal : user Ical memiliki disk quota 5 MB, maka total 5MB tersebut adalah mutlak milik user Ical.
  • jika disk quota diterapkan per group maka kapasitas yang ditetapkan adalah milik bersama group tersebut. misal : user Ical dan RedHat adalah anggota group Linux’s. Jika group Linux’s diberi quota sebesar 10 MB maka kapasitas tersebut adalah milik user Ical dan RedHat. Jadi misalkan user Ical menggunakan sebanyak 6MB maka masih terdapat 4MB untuk digunakan oleh user RedHat.
Pembatasan disk quota ditentukan oleh dua kategori yaitu hard limit dan soft limit.
  • Hard Limit adalah batas yang tidak dapat dilewati. jika user telah mencapai batas hard limit maka user tersebut tidak dapat memasukkan data lagi ke hard disk. Contoh jika user Ical memiliki quota 5 MB dan sudah digunakan 4.9 MB dengan demikian sisanya tinggal 0.1 MB jika kemudian dia mencoba untuk menyimpan file sebesar 0.4MB maka sistem akan menolaknya. 
  • Soft Limit adalah batas yang bisa dilewati. Namun hanya dalam periode tertentu, periode tersebut disebut dengan grace period. Default nilai grace period adalah 7 hari. Umumnya nilai hard limit lebih besar dari soft limit. untuk lebih jelas perhatikan contoh berikut, misalkan user Ical diberikan soft limit sebesar 10 MB, hard limit 15 MB, serta grace period 3 hari. Jika user optimus sudah menggunkan kapasitas hard disk sebesar 12 MB maka nilai soft limitnya sudah terlewati, dengan demikian perhitungan grace period dimulai, jika dalam waktu 3 hari user optimus belum mengurangi penggunaan disknya sampai di bawah soft limit, maka dia tidak dapat menggunakan disk lagi walaupun nilai hard limitnya belum di capai, jika user optimus mengurangi batas penggunaan disknya sampai di bawah 10 MB maka nilai grace period kembali di reset ke 3 hari.
Source : http://gerakanopensource.wordpress.com/2011/08/21/pengertian-quota/

Umask

Laporan umask

Manajemen Hak Akses

Manajemen hak akses

Manajemen File

Laporan Manjemen File - Kurniawan & Reza Agi

Management Packet

Lap or an Tar

Management User : Modifikasi Group dari User

laporan usermod

Management User : useradd

laporan useradd

Management User : Menghapus Home Directory

laporan rmdir

Management User : Menghapus Password User

laporan passwd

Management User : Menghapus User

Laporan Menghapus User

Manafement User : Menghapus group

Laporan Menghapus Group

Management User : group

laporan groupadd

Management User : groupadd

laporan groupadd

Management user : etc/passwd & etc/group

Laporan Etc

Pengaturan Hak Akses


     Linux mengenal hak akses yang mengatur setiap user sehingga tiap user hanya dapat mengakses file-file atau direktori tertentu saja, hal ini digunakan untuk kepentingan keamanan sistem.
Dua perintah (program) dalam Linux yang digunakan untuk mengatur hak akses tersebut adalah chmod dan chown. Program chmod digunakan untuk mengubah hak akses suatu file, sedangkan chown digunakan untuk mengganti pemilik file tersebut.
Hak Akses dalam Linux
Sebelum melangkah lebih jauh mengenai penggunaan perintah diatas, sebelumnya perlu dijelaskan terlebih dahulu mengenai hak akses di dalam Linux.
Setiap file dan direktori yang ada dalam sistem linux memiliki tiga buah hak akses, satu untuk user itu sendiri, kemudian untuk user dalam grup yang sama dengan pemilik file dan yang terakhir untuk user lainnya.

Anda dapat melihat hak akses sebuah file dengan menggunakan perintah ls l, perhatikan contoh dibawah ini:
-rw-rw-r– 1 postgres postgres 41527 Jul 12 2001 summary.pdf
drwxrwxr-x 2 postgres postgres 4096 Sep 20 2002 Suse
-rw-r–r– 1 root root 4935 Aug 23 2001 T123456.log
-rw-r–r– 1 postgres postgres 13335 Apr 10 17:04 tchart2.java
Karakter pertama menunjukkan jenisnya, jika berisi karakter d, berarti itu adalah direktori sedangkan jika kosong berarti file. Sembilan karakter berikutnya menunjukkan hak aksesnya, dengan tiga karakter pertama menunjukkan hak akses untuk user tersebut, tiga karakter berikutnya menunjukkan hak akses untuk grup nya dan tiga karakter terakhir menunjukkan hak akses untuk user lain.

Paket-Paket pada Linux

1. Tar (tarball) Merupakan utility yang dikembangkan untuk mempermdah pengguna linux membackup dan mengarsipkan file, serta memadatkannya untuk kebutuhan penyimpanan lebih lanjut, utility ini ada di hampir semua distribusi linux dan sering dimanfaatkan untuk memaketkan software yang berupa source code. 2. Tar.gz Salah satu file tarball yang dimana proses pengarsipan datanya menggunakan tar dan gzip. 3. Tar.bz Salah satu file tarball yang dimana proses pengarsipan datanya menggunakan bzip. 4. Tar.bz2 Salah satu file tarball yang dimana proses pengarsipan datanya menggunakan tar dan bunzip2. 5. deb Merupakan jenis berkas dengan ekstensi .deb yang berisikan berkas-berkas aplikasi yang siap di install ke dalamsistem operasi debian beserta distribusiturunannya. Cara melakukan instalasi terhadappaket tersebut : 1Tar (Tar.gz, Tar.bz, Tar.bz2) Kalau mau instal file tar.gz atau file tar.bz2, ekstrak terlebih dulu file tersebut. Bisa lewat file manager (Konqueror atau Nautilus). Klik kanan pilih extract here. Atau lewat terminal konsole $ tar xzvf nama file.tar.gz Terus masuk ke direktori tempat file hasil ekstrak kemudian baca file README atau INSTALL file tersebut sebagai petunjuk utama instalasi file. Tap secara umum, sebagian besar instalasi paket tarbal (tar.gz atau tar.bz2) bisa melalui langkah-langkah berikut (lewat terminal) $ cd folder ekstrak $./configure pastikan saat ini tidak ada masalah. Jika ada paket-paket lain yg harus diinstal, instal terlebih dulu paket-paket yg dibutuhkan. Lalu lakukan kompilasi $make Lalu install (sebagai root) $sudo su #make install 2. deb Terdapat 2 cara untuk melakukan instalai terhadap file .deb yaitu : 1. Tinggal klik 2 kali terhadap file yang hendak di install 2. Buka Application > Terminal, pada terminal ketikan sudo dpkg -i nama file.deb

Instalasi Ubuntu server

  1. Kita mmelakukan proses simulasi instalasi Sistem operasi yang berbasis server. Kita bisa menggunakan VM Ware atau Virtual Box untuk melakukan simulasi.
  2. Yang pertama siapkan ISO Ubuntu server atau CD Ubuntu server.
  3. Lakukan konfigurasi di Virtual Box ( Yang saya pakai disini Virtual Box )
  4. Setelah konfigurasi selesai jalankan mesin.
  5. Pada saat awal boot anda akan diminta untuk memilih bahasa yang akan digunakan

    Tampilan saat boot



  6. Berikutnya pilih menu instalasi pada langkah ini pilih Install

    Pilih Install



  7. Instalasi akan dimulai dengan pemilihan bahasa, lokasi, layout keyboard. Untuk mempercepat pilih untuk tidak mendeteksi layout keyboard dan gunakan layout keyboard USA

    Selanjutnya kita Memilih Bahasa Instalasi


    Setelah itu Memilih Lokasi Negara



    Memilih Lokasi Asia


    Selanjutnya adalah pemilihan negara Negara


    Setelah itu muncul kotak dialog untuk melakukan pemilihan keyboard layout. Pilih untuk tidak cek layout keyboard


    Kita pilih USA untuk keyboard  keyboard standard)

    Pilih lagi USA atau sesuaikan dengan keyboard anda
     



  8. Langkah berikutnya adalah installer akan memeriksa konfigurasi hardware dan akan melakukan konfigurasi network dengan dhcp. Jika anda hendak menggunakan IP static maka segera tekan cancel dan pilih konfigurasi secara manual

    Pilih Konfigurasi Manual



  9. Setelah konfigurasi Network selesai maka langkah berikutnya adalah menentukan timezone berdasarkan GMT, untuk anda yang tinggal di zona WIB maka pilihlah Jakarta

    Setting Zona Waktu



  10. Lakukan Partisi. Ini adalah langkah yang sangat penting, jika pada sistem anda sebelumnya sudah ada partisi yang berisi data. Jangan terjebak dengan menunya yang disebut guided atau dipandu karena jika anda memilih ini maka semua partisi akan dihapus dan installer akan menggunakan seluruh harddisk. Jadi berhati-hatilah di tahap ini. Pilih partisi secara manual.

    Pilih Partisi secara manual



  11. Jika harddisk yang digunakan belum digunakan sama sekali maka anda harus membuat tabel paritsi terlebih dahulu. Pada tutorial ini kita akan melakukan partisi minimum yang diperlukan yaitu hanya ada dua partisi saja untuk root(/) dan ruang swap



  12. Pilih Harddisk yang akan dipartisi dan buat tabel partisi kosong

    Pilih harddisk yang akan dipartisiBuat tabel partisi kosong



  13. Pilih FREE SPACE dan buat partisi baru

    Pilih ruang kosong untuk dibuat partisi



  14. tentukan besarnya partisi, tipe partisi

    Pilih buat partisi baru


    Tentukan besarnya partisi

    Pilih tipe Partisi


    Pilih lokasi Partisi



  15. tentukan file system, mount point dan lain lain. dalam hal ini kita pilih untuk root saja dengan file system EXT4

    tentukan file system dan mount pointnya



  16. buat juga partisi dengan file system swap area.

    Memilih ruang kosong untuk swap


    Pilihan membuat partisi baru untuk swap

    Menentukan ukuran partisi untuk swap

    memilih file sistem swap area untuk partisi swap

    Pilih done jika setting sudah sesuai



  17. Jika sudah selesai pilih Finish Partitioning and write changes to disk



  18. Maka akan muncul konfirmasi dari perubahan terhadap disk, jika anda sudah yakin pilih yes jika belum maka pilih no dan kembali ke langkah sebelumnya



  19. Berikutnya installer akan menulis perubahan pada harddisk dan akan melakukan instalasi base system



  20. Jika base sistem sudah terpasang maka anda akan diminta membuat user baru dimana user ini adalah user yang akan memiliki root access melalui perintah sudo










  21. Jika sudah selesai maka akan ditanyakan apakah home directory akan diencrypt atau tidak.



  22. Langkah berikutnya adalah bagaimana sistem yang dipasang akan diupdate, terdapat tiga pilihan yaitu No Automatic Updates, install security updates automatically, dan Landscape



  23. Pilih aplikasi server yang ingin anda pasang dari menu tasksel atau dapat memilih sendiri sesuai kebutuhan anda. mungkin saja.



  24. Pilih install grub bootloader di MBR kecuali anda punya opsi lain

    Opsi instalasi GRUB boot loader



  25. Instalasi selesai dan anda dapat merestart komputer anda dengan server yang sudah terinstall. Lepaskan media instalasi dari tempatnya agar tidak booting dari media tersebut.

    Layar login ubuntu server



abcs